Medan, 06 April 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia (ITB Indonesia) melaksanakan kegiatan Penyamaan Persepsi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) dalam Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Kegiatan ini diikuti oleh tim LPM dan turut dihadiri oleh Pimpinan Institusi Plt Rektor Ibu Raheliya Br Ginting, M.Kom, Wakil Rektor I Dr. Ronsen Purba, M.Sc, Dekan Saintek Ibu Dr. Darmeli Nasution, M.Kom, Bapak/Ibu Ketua Program Studi S1 dan D3 serta lembaga-lembaga terkait di lingkungan ITB Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun pemahaman yang sama mengenai IKU dan IKT yang digunakan dalam Standar SPMI.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pembahasan mengenai definisi indikator, target capaian, metode pengukuran, sumber data, serta bukti pendukung yang diperlukan. Penyamaan persepsi ini penting untuk memastikan bahwa setiap indikator dapat dipahami dan diterapkan secara konsisten oleh unit terkait.
Selain mendukung pelaksanaan Monev dan AMI, penyamaan persepsi IKU dan IKT juga menjadi bagian dari penguatan dokumentasi SPMI. Indikator yang jelas dan terukur akan memudahkan proses evaluasi serta memastikan bahwa setiap capaian maupun ketidaktercapaian dapat ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang tepat.
Kegiatan ini menjadi semakin penting dalam rangka persiapan akreditasi tahun 2026. Ketersediaan indikator yang terukur, data yang valid, serta bukti pencapaian yang terdokumentasi merupakan bagian penting dalam menunjukkan implementasi sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, LPM ITB Indonesia terus mendorong terciptanya kesamaan pemahaman antara LPM, pimpinan, dan program studi dalam menerapkan Standar SPMI. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya mutu dan menjadikan data kinerja sebagai dasar dalam pengambilan keputusan serta peningkatan mutu secara berkelanjutan.
LPM ITB Indonesia terus berkomitmen membangun budaya mutu melalui sistem penjaminan mutu yang terukur, terdokumentasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.


